Inggris Alami Krisis Identitas Karena Abaikan Akar Pagannya?

“Renaisans pagan sudah lewat dari jadwal. Eropa perlu menyembuhkan jiwanya. Di bawah Kekristenan, Eropa belajar untuk menolak leluhurnya, masa lalunya, yang mana tidak bagus untuk masa depannya pula. Eropa menjadi sakit karena ia koyak dari warisannya sendiri, ia terpaksa mengingkari akarnya. Jika Eropa hendak disembuhkan secara spiritual, ia harus mengembalikan masa lalu spiritualnya—minimal ia tidak boleh memegangnya dengan rasa malu seperti itu.” (Ram Swarup)

Advertisements

Akankah Agama Menghilang?

Kian banyak orang, jutaan di seluruh dunia, mengaku percaya bahwa kehidupan berakhir pada kematian—bahwa tidak ada Tuhan, tidak ada akhirat, dan tidak ada rencana ilahi. Dan pandangan ini boleh jadi sedang mendapat momentum—meski tak ada sorak-sorai. Di beberapa negara, ateisme terang-terangan tidak pernah populer.