Agama Asli Eropa Adalah Bagian Tak Terpisahkan Dari Ras Eropa

Semua bentuk asli budaya dan agama Eropa dikembangkan dari landasan genetik mereka dan mereka adalah lambang dan ekspresi intisari spiritual terdalam. Oleh sebab itu, paganisme Eropa bukan sekadar “agama” yang orang Kulit Putih pilih untuk dianut atau tidak dianut. Semua Orang Kulit Putih, entah kristiani atau ateis, mewarisinya dan membawanya dalam urat-uratnya, suka tidak suka.

Advertisements

Mungkinkah Pagan dan Kristen Bersatu? Mana Yang Lebih Baik: Pribumi Kulit Putih Pagan atau Imigran Kulit Hitam Kristen?

Seluruh moralitas Eropa dengan nilai-nilai seperti keberanian, kekuatan, keindahan, kearifan, keluhuran, dll berasal dari tradisi pagan kita, sehingga fondasi etika Eropa TETAP pagan. Jadi, kita tak butuh kristen untuk menjaga nilai-nilai baik, dan berbeda dari kristen, pandangan keduniaan pagan eropa betul-betul tertanam dalam darah dan intisari spiritual kita, dan terlebih lagi, sebagian besar aspek kekristenan telah mencegah kita untuk menanggulangi eksistensi kita sebagai ras dengan, contohnya, menentang ilmu eugenik, sebab hirarki nilainya berbeda dari hirarki nilai yang dianugerahkan Alam pada kita.

Orang Amerika Diminta Memilih Nasionalisme atau Globalisme

Dalam skenario ideal, kita bisa memilih keduanya, mengingat bahwa tanpa sebuah planet tidak akan ada Amerika Serikat. Idealnya, mayoritas kita akan lebih suka membuat Amerika hebat lagi sambil juga membuat Bumi hebat lagi. Ini terasa menantang, jika bukan mustahil, di bawah kepemimpinan Trump.

Globalis vs. Nasionalis – Yang Mana Anda?

Telusuri kembali sejarah dan Anda akan dapati ide-ide yang menimbulkan polaritas menyeret manusia ke dalam kubu-kubu bersaing, menyelesaikan perselisihan di kotak suara dan medan perang. Monarkisme vs. Republikanisme merobek-robek Inggris dalam Perang Sipil kita, mencapai puncaknya dengan pemenggalan Charles I. Komunisme vs. Kapitalisme memerciki peta dunia dengan tinta merah dan biru, menempatkan Timur lawan Barat di ambang Armageddon nuklir. Kini sebuah perpecahan lain telah membentang, Globalisme vs. Nasionalisme. Dua visi pemerintahan yang akan mengundang orang-orang untuk memilih satu sisi.

Globalisme Adalah Kemenangan Cita-cita Barat

Tapi kebanyakan dari apa yang dipandang sebagai “globalisme” selebihnya adalah penyebaran cita-cita kebebasan politik dan ekonomi Barat secara luar biasa. Sebagai contoh, kata lain untuk “perdagangan bebas” adalah “kapitalisme”, salah satu sumbangsih besar Barat kepada dunia. Jika ini adalah globalisme, mari kita memanfaatkannya sebaik mungkin. Adalah luar biasa aneh bahwa presiden Amerika Serikat akan memunggungi ide-ide ekonomi Barat atas nama melindungi dan mempromosikan identitas nasional Amerika.

Nasionalisme — Penyebab Peperangan

Alasan ekonomi adalah, tentu saja, akar peperangan. Tapi hari ini, di mana semua khotbah nasionalistis ini tanpa sadar menguntungkan pihak berwenang, mengaburkan fakta ini jadi lebih mudah daripada sebelumnya. Nasionalisme adalah jubah yang di baliknya alasan-alasan ekonomi bekerja.

Apakah Globalisasi Mengurangi Arti Penting Nasionalisme?

Globalisasi, nasionalisme, dan hubungan antara keduanya menjadi subjek perdebatan di kalangan cendekiawan dalam disiplin hubungan internasional. Kedua konsep mempunyai kedudukan penting di dunia kontemporer. Nilai penting mereka terletak pada pembentukan masyarakat modern dan negara-bangsa, serta peran mereka di sebuah dunia yang semakin saling tergantung.

Akankah Nasionalisme Lenyap Dalam 100 Tahun ke Depan?

Nasionalisme, yang di masa Uni Soviet didefinisikan tak lebih dari “relik kapitalisme”, masih menjadi ciri permanen masyarakat manusia. Bangsa-bangsa baru bermunculan dalam negara-negara baru, yang bukan saja mengulangi cara bangsa-bangsa Eropa “lama”, tapi juga menambahkan corak Muslim pada gagasan nasionalis masa lampau.