Mungkinkah Pagan dan Kristen Bersatu? Mana Yang Lebih Baik: Pribumi Kulit Putih Pagan atau Imigran Kulit Hitam Kristen?

Januari 2015
Sumber: Smash Christianity

Maukah kita bertarung bahu-membahu dengan kristiani Kulit Putih untuk mempertahankan darah kita? Entah bagaimana pendapat Anda, tapi saya tentu mau. Bangsa kita lebih penting daripada kepercayaan pribadi.

“Setidaknya saya berani mengatakan bahwa mayoritas dari kita orang pagan sebetulnya bersedia bekerjasama dengan kristiani demi ras kita. Tapi mungkinkah mayoritas kristiani mengatakan hal yang sama?”
“Setidaknya saya berani mengatakan bahwa mayoritas dari kita orang pagan sebetulnya bersedia bekerjasama dengan kristiani demi ras kita. Tapi mungkinkah mayoritas kristiani mengatakan hal yang sama?”

Seperti saya bilang sebelumnya, usaha kami tidak dimaksudkan untuk menyerang umat kristen secara perorangan. Biar bagaimanapun, banyak dari mereka lahir sebagai kristiani karena orangtua mereka, dan orangtua mereka oleh kakek mereka. Bahkan banyak dari kami dulu adalah kristiani. Dan ini gara-gara sebuah peristiwa traumatik dan sial yang terjadi 16 abad lampau di Kekaisaran Romawi.

Ada banyak pro-kulit putih yang datang dan berkata bahwa “halaman ini memecah-belah bangsa kita” hanya karena kami membeberkan ideologi inti kekristenan dalam wujud SEJATI-nya. Ideologi kristen ini mengajarkan, di antara banyak omong-kosong ibrahimik-semitik lain, bahwa tuhan mereka “satu-satunya yang sah”, dan bahwa jika Anda kristiani, Anda harus memerangi orang lain yang tidak beriman pada “satu-satunya tuhan yang sah”. Serius, menurut Anda orang seperti apa yang nyata-nyata sedang memecah-belah kita? Sialnya, bagi seorang kristiani saudara-saudara sejatinya tidak diikat oleh darah, tapi oleh dogma, sesuatu yang berlawanan dengan kita.

Virus Kekristenan sudah begitu lama tertancap di Eropa, hingga menggiring [kita] untuk percaya, bahkan bagi sebagian nasionalis paling berapi-api, bahwa iman Kristen adalah “bagian dari Eropa” dan bahwa itu dapat dipakai sebagai semacam “pertahanan terhadap apa yang sedang membunuh Eropa”. Ini jelas-jelas palsu. Kanker Eropa adalah akibat dari penularan dahulu. Mekanisme pertahanan penyakit kristen, yang diciptakan oleh antipoda Eropa paling kuno dan paling awal, adalah persis menciptakan ilusi bahwa ia dapat dipakai melawan gejala-gejalanya sendiri, dan bahkan melawan para penciptanya, sebab saat kanker menjadi lebih berbahaya hingga nyaris menyakiti seluruh tubuh, saat itulah akar kebusukan bisa terungkap. Oleh karenanya ia akan coba menyebar racun dengan segenap kekuatan agar tidak disayat. Tidak berlebihan kalau kami katakan bahwa penyakit Kristen adalah senjata psikologis paling sempurna yang pernah diciptakan, sebab orang-orang yang tersadar akan realitas Eropa sekalipun bisa terseret ke dalam dusta-dustanya, membuat siklus dimulai lagi.

Saya katakan sekali lagi untuk mereka yang jahil: kami percaya bahwa jika seorang kristiani membela cita-cita pro-kulit putih yang sama, dia mesti dihormati sebagai individu. Setidaknya saya berani mengatakan bahwa mayoritas dari kita orang pagan sebetulnya bersedia bekerjasama dengan kristiani demi ras kita. Tapi mungkinkah mayoritas kristiani mengatakan hal yang sama?

Berulangkali kita melihat bahwa, secara umum, seorang kristiani kanan jauh pada intinya tidak peduli jika Eropa tetap Putih, dia cuma ingin “Eropa yang Kristen”. Sebagai nasionalis dan pagan kulit putih, kami tidak peduli dengan kepercayaan pribadi seseorang, selama dia berjuang untuk mempertahankan identitas rasial Eropa, tapi faktanya pengaruh Ibrahimik di dalam Kristen PADA HAKIKATNYA bertentangan dengan ini. Nyatanya, tak diragukan lagi, orang-orang kristen kanan jauh, terutama katolik, adalah musuh terang-terangan gerakan Pro-Kulit Putih. Agama adalah pilihan pribadi. Namun pergulatan kami melawan kristianisme bukan sekadar tentang perselisihan agama, ini tentang kepercayaan apa yang bagus untuk ras kita dan kepercayaan apa yang tidak.

Kata “katolik” merupakan kata sifat yang dipakai oleh dua gereja Kristen terbesar di dunia untuk mendefinisikan diri mereka: Gereja Katolik dan Gereja Ortodoks, dan itu berasal dari kata Yunani “καθολικός” (katholikós) yang berarti “universal”. Mereka “universal” karena mereka menerima semua orang sebagai kristiani tanpa peduli ras. Adalah tidak logis menganggap diri Anda Nasionalis Identitarian/Eropa-Kulit Putih jika kekristenan memiliki tujuan globalis mengkristenkan seluruh dunia, yang menodai IDENTITAS kebangsaan/budaya. Kekristenan, sebagai kredo Universalis, bertolak belakang dengan inti ideologis Nasionalisme Kulit Putih.

Bagi katolik “deus vult” berarti “God wills it” (“Tuhan menghendakinya”). Jadi, tuhan yahudi Yahweh menghendaki kehancuran orang kulit putih.
Bagi katolik “deus vult” berarti “God wills it” (“Tuhan menghendakinya”). Jadi, tuhan yahudi Yahweh menghendaki kehancuran orang kulit putih.

Tapi, demi kebaikan lebih besar, melawan ancaman lebih besar, kami pikir tak seharusnya kita keberatan terhadap kemungkinan aliansi dengan orang-orang yang tidak suka pada momok-momok ini. Begitu kita sudah mengalahkan musuh bersama, kita bisa selesaikan perbedaan. Dan seperti kata Celcus:

Keadilan mengharuskan kita untuk mengakui bahwa terdapat orang-orang jujur di antara umat kristiani, yang tidak sepenuhnya kehilangan cahaya, atau kekurangan hikmah untuk mengatasi kesulitan melalui alegori. Kepada merekalah buku ini sepatutnya ditujukan, karena jika mereka jujur, tulus, dan tercerahkan, mereka akan mendengar suara nalar dan kebenaran, sebagaimana kuharapkan. (Celcus – On the True Doctrine: A Discourse Against the Christians) Kepada mereka pulalah halaman ini ditujukan, karena banyak dari kami yang kini mengikuti akar [leluhur] sejati dulunya merupakan kristiani.
Keadilan mengharuskan kita untuk mengakui bahwa terdapat orang-orang jujur di antara umat kristiani, yang tidak sepenuhnya kehilangan cahaya, atau kekurangan hikmah untuk mengatasi kesulitan melalui alegori. Kepada merekalah buku ini sepatutnya ditujukan, karena jika mereka jujur, tulus, dan tercerahkan, mereka akan mendengar suara nalar dan kebenaran, sebagaimana kuharapkan.
(Celcus – On the True Doctrine: A Discourse Against the Christians)
Kepada mereka pulalah halaman ini ditujukan, karena banyak dari kami yang kini mengikuti akar [leluhur] sejati dulunya merupakan kristiani.
Bukan berarti kami tak boleh melakukan kritik keras terhadap keimanan saudara-saudara kulit putih. Kami juga percaya bahwa kami berhak menyebarkan alasan-alasan kenapa kami berpikir kekristenan pada hakikatnya adalah bahaya sejati bagi orang Kulit Putih, walaupun ini tidak kentara bagi banyak orang pro-kulit putih.

Kami lihat, masalah pada kekristenan bukanlah “nilai-nilai tradisional” mereka, tentunya. Kami menghormati kristiani yang bertindak sebagaimana seharusnya: keluarga alami, rasa hormat pada kehidupan, dll. Dan terlebih lagi jika orang-orang kristiani tersebut membela ras mereka. David Duke adalah contoh kristiani pro-kulit putih yang kami kagumi sebagai pagan sekaligus anti-kristen.

Namun, sebagai contoh, perhatikan pesan yang kami terima dari seorang pengguna facebook:

Jika Anda begitu “pro-kulit putih”, kenapa bersikeras menghancurkan hal yang akan menjaga kita tetap bersatu?
Jika Anda begitu “pro-kulit putih”, kenapa bersikeras menghancurkan hal yang akan menjaga kita tetap bersatu?

Kami tak tahan dengan ketidakkonsistenan orang-orang yang diduga “nasionalis kulit putih”, semisal orang ini, yang menilai begitu rendah bangsa, darah, atau warisan mereka sendiri dan mengutamakan takhayul asing yahudi, percaya bahwa itu adalah “hal yang akan menjaga kita tetap bersama”.

Ini alasan lain kenapa kami memerangi Kekristenan.

Darah menjaga kita tetap bersama! Dan kami sedang berjuang untuk MELESTARIKAN apa yang menjaga kita tetap bersama!

Menurut orang-orang ultra-cuckservative christard (kristen dungu ultra-dayut konservatif), bangsa Eropa Kulit Putih sama sekali tidak berharga di hadapan christ-insanity dan tanpa christ-insanity. Inilah yang sebetulnya mereka yakini. “Tak ada sejarah, tak ada tradisi, tak ada budaya, tak ada martabat bagi orang Eropa di hadapan Yahudi ‘Juru Selamat’.” Darah dan Warisan leluhur kita tidak berarti apa-apa bagi mereka, “hal duniawi” belaka. Tanpa takhayul [kristen] mereka, orang Eropa, orang Asia, dan orang Afrika adalah orang “tak berharga” YANG SAMA, dan dengan takhayul mereka, akan menjadi orang “terangkat” YANG SAMA SAJA.

Berantas Paganisme Kultural Bahkan kaum Pagan nordik tidak betul-betul beriman pada Odin dan mereka tidak akan mengenali kata “wensday”, itu sudah banyak diubah. Tak ada sejarah “Kita” sebelum Kekristenan, [yang ada] cuma suku-suku. —Paul
Berantas Paganisme Kultural
Bahkan kaum Pagan nordik tidak betul-betul beriman pada Odin dan mereka tidak akan mengenali kata “wensday”, itu sudah banyak diubah. Tak ada sejarah “Kita” sebelum Kekristenan, [yang ada] cuma suku-suku.
—Paul
Bagi mereka, tidak ada Kulit Putih ataupun Kulit Hitam, hanya kristiani atau non-kristiani. Bahwa mereka mencemooh akar [leluhur] kita dengan cara ini, itu sudah sangat serius dan blak-blakan, yang menampakkan mereka sebagai Anti-Kulit Putih. Kita penasaran apakah Nasionalis Kulit Putih bisa hidup damai dengan mereka sementara pada saat bersamaan mereka menganut ide-ide demikian. Tapi saya tahu lambat-laun orang-orang pintar di antara mereka, orang-orang yang betul-betul mencintai ras mereka dan menentang genosida berkelanjutan terhadap ras mereka, akan menyadari kebenaran dan akan menghormati akar asli mereka, sementara sisanya akan membenci ayah dan ibu mereka sebagaimana diajarkan oleh injil dan akan bertahan dalam penyembahan globalis, universalis, multirasial kepada Yahweh, bergaul, bersahabat, dan membaur darah mereka dengan jutaan saudara seagama mereka dari non-kulit putih dan orang-orang sejenis.

Dan meski betul bahwa Marxisme kultural menyerang kekristenan, itu baru satu bagian fakta. Fakta utuhnya adalah bahwa ini bukan lantaran kekristenan “merupakan pandangan keduniaan sejati” sebagaimana diklaim kaum kristiani, tapi karena, pertama, kebetulan itu merupakan “agama” paling tersebar di Eropa, dan kedua, kebetulan itu telah menjadi semacam benteng beberapa “nilai tradisional eropa” yang eksis sejak masa lalu pagan kita, terlepas dari adanya kristen.

Serangan kultural terhadap Eropa tidak ditargetkan pada kristen saja. Propaganda Kristen historis, New Age, dan omong-kosong Wicca juga didorong dan digalakkan oleh Marxisme Kultural untuk menyerang dan mengejek “paganisme”, yakni Budaya Asli Eropa, sehingga kaum kristen kanan-jauh melanjutkan cemoohan terhadapnya dan untuk mencegah kebangkitan nilai-nilai heroik mereka dalam semarak kemuliaannya…mereka yang memenuhi panggilan darah!

Tradisi darah kita telah didiskreditkan selama berabad-abad. Sekte Yahudi itu bahkan menyembelih leluhur kita hanya karena mengamalkan budaya mereka yang tumbuh secara organik, sebagaimana sudah mereka amalkan selama ratusan ribu tahun! Yahudi internasional telah berupaya selama 1.800 tahun untuk membasmi mereka atas nama berhala ibrani Yeshua.

Seluruh moralitas Eropa dengan nilai-nilai seperti keberanian, kekuatan, keindahan, kearifan, keluhuran, dll berasal dari tradisi pagan kita, sehingga fondasi etika Eropa TETAP pagan. Jadi, kita tak butuh kristen untuk menjaga nilai-nilai baik, dan berbeda dari kristen, pandangan keduniaan pagan eropa betul-betul tertanam dalam darah dan intisari spiritual kita, dan terlebih lagi, sebagian besar aspek kekristenan telah mencegah kita untuk menanggulangi eksistensi kita sebagai ras dengan, contohnya, menentang ilmu eugenik, sebab hirarki nilainya berbeda dari hirarki nilai yang dianugerahkan Alam pada kita.

Satu-satunya etika yang kristen perkenalkan di Eropa adalah ketundukan, rasa bersalah (karena setiap orang berdosa sejak lahir), mengagungkan kelemahan dan inferioritas seraya meludahi segala sesuatu yang mulia karena “tuhan mengasihi semua orang” sebagaimana mereka klaim, tak menyisakan ruang untuk perbedaan rasial alami dan pengakuan dan pengagungan atas sifat-sifat superior manusia.

Kristen tidak “menjadi” bagian dari masalah, ia senantiasa merupakan alat subversi utama musuh kita sejak awal. Sekte-sekte kristen pertama adalah yahudi! Keluarga-keluarga yang mengantar para paus ke Vatikan hampir secara eksklusif beretnis yahudi juga. Menyembelih orang kita, memusnahkan tradisinya, membakar wanita-wanita tercantik dan terunggul kita sebagai “penyihir”. Memperkenalkan selibat dan mencegah spesimen terbaik ras kita untuk menghasilkan keturunan, dll, dll.

Saudara-saudara Kulit Putih kita tidak boleh jatuh pada perangkap untuk membela salah satu tentakel utama yahudi internasional yang telah meracuni jiwa Eropa selama berabad-abad!

Kristen tak pernah punya akar di Eropa dan takkan pernah. Kita bangsa Eropa akan mengambil kembali milik kita, tradisi kuno kita yang telah tumbuh secara organik dari trial-and-error kita sendiri dan dari semangat Darah dan Tanah kita. Kita tak butuh berhala gurun ibrani manapun untuk mengajari kita bagaimana caranya hidup.

Titik. Kristen secara inheren adalah Anti-Kulit Putih dan menganut pernikahan antar ras. Mereka tak peduli apakah Ras Kulit Putih “berubah” atau lenyap selama mereka bisa mempertahankan apa yang dengan angkuh mereka sebut “kebenaran tuhan”, dan siapapun, tanpa memandang, bisa melakukan pekerjaan itu dengan cukup baik.

Cukup sudah. Kristen adalah kanker bagi gerakan Pro-Kulit Putih. Ia merusak upaya-upaya pemulihan kedudukan kita di dunia.

Katolik kulit putih dan non kulit putih

Robert Spanbauer

Jika tuhan menciptakan ras-ras, itu dengan maksud agar mereka berbeda-beda dan tidak bercampur menjadi massa amorf tanpa identitas. Jika ras-ras adalah karya tuhan, maka seharusnya Anda ingin melindungi dan melestarikan karya itu. Namun, bagi sebagian besar kristiani, gagasan “tuhan” yang baru muncul 2000 tahun lalu lebih penting daripada kenyataan yang berumur ribuan ribuan tahun.

Gembira rasanya kita bisa mengharapkan “keselamatan” setelah mati, jadi kematian ras kita (Genosida Kulit Putih) tak usah dikhawatirkan.
Gembira rasanya kita bisa mengharapkan “keselamatan” setelah mati, jadi kematian ras kita (Genosida Kulit Putih) tak usah dikhawatirkan.
“Keselamatan” adalah satu-satunya hal bermanfaat yang bisa diharapkan oleh ras kita.”
“Keselamatan datang dari orang Yahudi.” (Yohanes 4:22)

Eropa Islam

Yahudi bertopeng

“Tuhan” Anda memerintahkan Anda untuk berlutut dan memberikan pipi kiri. Odin meminta Anda berdiri dan bertarung demi keluarga dan harta Anda.
“Tuhan” Anda memerintahkan Anda untuk berlutut dan memberikan pipi kiri. Odin meminta Anda berdiri dan bertarung demi keluarga dan harta Anda.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.